kotak 
bawah
kotak 
bawah

Sukses Berawal dari Hal yang Sederhana


Suatu hari, seorang pangeran yang baru saja menjadi raja sedang bingung. Sebelum wafat, ayahnya meninggalkan surat wasiat yang ditujukan pada dirinya dan dua adik perempuannya.

Isi dari wasiat itu adalah bahwa dirinya ditunjuk menjadi raja berikutnya untuk menggantikan posisi ayahnya yang sudah wafat. Namun, wasiat yang berikutnya sungguh sulit untuk dilaksanakan.

Wasiat tersebut berisi pembagian 7 ekor kuda istimewa milik ayahnya yang sangat mahal harganya kepada tiga orang anaknya dengan perincian sebagai berikut. Setengah dari jumlah kuda diberikan pada anak pertama, seperempat dari jumlah kuda diberikan pada anak kedua, dan seperdelapan dari jumlah kuda diwariskan pada anak bungsu.

Sang raja (eks. pangeran) bingung bukan main, karena jika kuda diwariskan sesuai wasiat sang ayah, maka kuda-kuda itu harus dipotong-potong. Jika begitu, maka kuda itu tidak akan ada manfaatnya karena pasti mati.

Untuk itu raja muda tersebut meminta para penasihat terbaiknya berkumpul di ruang istana untuk memberikan solusi. Barangsiapa yang bisa memberikan ide yang sangat memuaskankan, maka ia akan mendapat uang emas dalam jumlah besar.

Orang pertama memberi ide, "Raja yang terhormat. Sebaiknya ikuti saja saran ayah raja sesuai wasiat. Siapa tahu memang begitu keinginannya."

Orang kedua memberi ide lainnya, "Raja yang mulia. Menurut saya, cara yang efektif adalah jual saja kuda-kuda itu dan uangnya baru dibagi sesuai wasiat."

Orang selanjutnya angkat bicara, "Saya mengusulkan agar raja lebih baik menyewa seorang filsuf atau orang yang pintar agar menyumbangkan idenya."

Ketiga usul tersebut tidak begitu memuaskan sang raja. Tiba-tiba seorang pelayan yang berdiri di sampingnya dan menawarkan usul yang mudah. Hal ini tentu mengundang cemoohan dari para penasihat. Namun, raja bersikap bijaksana dan bersedia memberi kesempatan.

Ia berkata, "Begini saja, terlebih dahulu saya harus meminjam seekor kuda." Permintaannya pun dikabulkan.

Kemudian ia melanjutkan, "Jumlah kuda raja ada 7 ekor dan ditambah 1 ekor lagi sehingga menjadi 8 ekor. Sesuai wasiat, maka anak pertama akan mendapatkan setengahnya. Jadi setengah dari delapan adalah 4 ekor. Anak kedua mendapatkan jatah seperempatnya. Jadi seperempat dari delapan adalah 2 ekor. Anak terakhir mendapat jatah seperdelapan, yaitu 1 ekor. Jika seluruhnya dijumlah, maka 4 ekor ditambah 2 ekor dan 1 ekor menjadi 7 ekor, persis seperti jumlah kuda raja. Terakhir, masih tersisa 1 ekor kuda pinjaman tadi, sehingga saya kembalikan pada pemiliknya."

Sang raja sangat puas dan kagum dengan ide pelayannya. "Sungguh tak terduga ternyata kamu dapat memikirkan ide mudah seperti ini." Akhirnya pelayan tadi berhak memperoleh hadiah uang emas yang banyak.

Pesan pada pembaca:

Mungkin banyak dari Anda yang berpikir bahwa untuk sukses, harus melakukan hal-hal yang rumit, melakukan hal-hal yang besar atau menggunakan teknik-teknik canggih.

Sebenarnya sukses adalah kumpulan dari tindakan yang sederhana secara konsisten. Tindakan itu tentunya tindakan yang membawa Anda ke arah sukses. Tindakan yang besar berasal dari kumpulan tindakan kecil, dan tindakan kecil berasal dari tindakan yang lebih kecil lagi. Jadi, jangan berpikir bahwa sukses membutuhkan tindakan raksasa.

Contoh, komputer canggih seperti sekarang ini ternyata hanya terdiri dari angka 0 dan 1 (angka biner). Kumpulan angka-angka inilah yang memprogram komputer untuk berfungsi. Rumus-rumus matematika yang paling rumit sekalipun berasal dari kumpulan perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan. Perkalian pun ternyata berasal dari penjumlahan berulang. 3 x 5 = 5 + 5 + 5 = 15. jadi, semua yang terlihat rumit sebenarnya adalah kumpulan dari hal-hal yang sederhana. Hal besar tidak akan pernah ada jika tidak ada hal kecil.

Orang yang sukses adalah orang yang melakukan tindakan kecil namun konsisten. Perjalanan ribuan mil berhasil ditempuh bukan karena langkah raksasa, melainkan usaha untuk berjalan selangkah demi selangkah sampai ke tujuan.

Hargai Hidup! Maka Anda Akan Sukses


Hidup dengan mengesampingkan paradigma spi­ri­tua­litas ketuhanan adalah hidup dengan tidak meng­hidupkan kehidupan dalam dirinya sendiri. Hi­dup seperti ini tidak memiliki makna bagi masa de­pan­nya. Mereka telah kehilangan sentuhan makna spi­ri­tual dalam hidupnya. Dalam kehidupan ini, kita memiliki modal in­te­lektual, modal emosional termasuk sosial, fisik, dan modal spiritual.

Kalau kita hidup hanya selalu meningkatkan mo­dal intelektual dan modal emosional saja maka ra­sio­nalitas dan logikalah yang kita ke depankan da­lam hidup, akhirnya kita tidak benar-benar hidup da­lam kehidupan kita. Memang, kita bisa saja berhasil me­miliki kedudukan yang tinggi, mampu me-mana­ge bawahan dengan baik tetapi suatu ketika hati akan merasakan kehampaan karena kebutuhan ru­ha­ni tidak tercukupi dengan baik. Oleh karena itu mo­dal utama yang harus kita hidupkan adalah mo­dal spiritual (SQ) agar kehidupan kita menjadi se­im­b­ang. Beberapa langkah yang bisa kita lakukan un­tuk meningkatkan kecerdasan spiritual kita ada­lah sebagai berikut:

  • Menyadari Posisi Diri, Biasakanlah untuk berdialog dengan diri sendiri: apa yang seharusnya saya lakukan atau per­juang­kan dalam kehidupan ini? Untuk apa dan mengapa ki­ta hidup di dunia ini? Siapa Tuhan kita dan apa tu­juan tertinggi kehidupan kita di dunia ini? Dengan me­nyadari bahwa kita adalah hamba Tuhan maka se­harusnyalah kita mengarahkan hati kita berniat bah­wa bekerja adalah ibadah, berbisnis adalah iba­dah, belajar adalah ibadah, dan semua yang kita la­ku­kan hanya untuk beribadah kepada Tuhan Yang Ma­ha Esa. Artinya bentuk pengabdian kita kepada Tu­han diwujudkan dalam menjauhi apa yang di­la­rang oleh Tuhan melalui kitab suci-Nya, mem­per­gu­na­kan sebaik-baiknya apa yang telah kita terima un­tuk memenuhi tugas dan tanggungjawab kita, ber­syukur atas karunia-Nya, dan melakukan apa saja yang sebaiknya dilakukan seorang manusia baik di ling­kungan kerja, lingkungan masyarakat, keluarga, mau­pun hubungan antar manusia. Kesadaran inilah yang akan membawa pada peningkatan kehidupan spi­r­itual kita.
  • Manusia Mempunyai Potensi yang Luar Biasa Manusia diciptakan Tuhan untuk dijadikan pe­mim­pin di muka bumi ini. Tidaklah mungkin Tuhan mem­berikan tugas kepada manusia tanpa bekal apa­pun, lihatlah kita sebagai manusia diberikan 3 po­tensi yang seharusnya kita kembangkan yaitu akal, hati, dan fisik. Dengan potensi akal manusia mam­pu mencari ilmu pengetahuan, penemuan-pe­ne­muan dan menciptakan segala sesuatunya. Akallah yang bisa kita gunakan untuk mencip­ta­kan ilmu yang bermanfaat dan menciptakan se­ga­la sesuatu yang mempunyai kemaslahatan bagi ma­nu­sia lainnya, dan begitu pula sebaliknya. De­ngan potensi hati, manusia dapat melihat mana yang haq dan mana yang bathil, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang bersih dan mana yang kotor, maka jika hati manusia bersih tentunya ma­nusia akan memilih yang haq, benar, dan bersih. Be­gitu juga dengan potensi fisik, manusia bisa meng­gunakannya untuk berbuat amal kebaikan dan melakukan apa saja yang bermanfaat bagi diri­nya sendiri, keluarga, masyarakat, agama, nusa dan bang­sa. Apalagi banyak penelitian membuktikan bah­wa di dalam tubuh manusia yang terbentuk dari sel-sel, terdapat DNA yang mampu menyimpan in­for­masi luar biasa banyaknya, tersimpan pula ta­len­ta yang menjadi karunia dalam diri manusia maka tu­gas manusialah untuk mengenali talenta itu, meng­asahnya dengan akal, hati dan fisik sehingga men­jadi sebuah sarana untuk mencapai tujuan hi­dup selanjutnya di dunia dan akhirat.
  • Menghargai Kehidupan ". Nilai seseorang bukanlah bagaimana ia mati me­lainkan bagaimana ia hidup, bukan apa yang te­lah ia peroleh melainkan apa yang telah ia berikan, bu­kan pangkatnya melainkan tugas apa yang telah da­pat ia laksanakan dengan sebaik-baiknya." Ung­kap­an ini begitu jelas bahwa manusia tidak akan ber­­arti apa-apa di mata orang lain dan Tuhan, wa­lau­pun jabatannya sebagai presiden atau pe­ng­usa­ha yang kaya raya tanpa diwarnai dengan ke­hi­dup­an yang bermanfaat bagi orang lain. Benar apa yang di­katakan oleh Albert Einsten, "Hidup yang berharga ada­lah hidup yang dapat memberikan ke­hi­dup­an­nya kepada orang lain." Mereka yang menghargai ke­hi­dupannya lebih dekat dengan kemudahan dan ke­ber­untungan, sehingga membuat hidupnya men­jadi lebih hidup. Begitu sebaliknya mereka yang ti­dak menghargai hidupnya, selalu memikirkan di­ri­nya sendiri justru akan lebih dekat dengan ke­su­lit­an dalam kehidupannya, sehingga hidupnya men­ja­di hampa. Inilah yang sering disebut sebagai "Law of Attraction" dimana energi yang kita berikan akan kem­bali kepada kita energi serupa sejumlah energi yang sama, bahkan akan mendapatkan energi yang le­bih besar lagi. Bagaimana implementasinya dalam ke­hidupan ini? Apa yang harus dilakukan dalam meng­hargai hidup, sehingga membuat hidup men­ja­di lebih bermakna dan law of attraction semakin da­pat kita rasakan?
  • Mulailah untuk fokus memikirkan orang lain. Cob­­alah untuk memikirkan orang lain, ba­gai­ma­na mem­bantu fakir miskin, memikirkan orang yang tak berdaya, dan banyaklah bersedekah karena hal ini akan membawa dampak yang positif pula dalam di­ri kita. - Meningkatkan empati kepada orang lain. Apa yang diperlihatkan pengemis dan tukang se­mir sepatu di atas, telah menggambarkan ba­gai­ma­na mereka berempati ikut merasakan pen­de­ri­ta­an para korban gempa di Tiongkok. Mereka tidak se­ke­dar bersimpati atas peristiwa itu, tetapi lebih me­mahami secara emosional terhadap apa yang di­ra­sa­kan para korban gempa, melihat apa yang dibu­tuh­kan mereka, dan berusaha memberikan suatu so­lusi. Inilah sikap yang harus kita lakukan untuk meng­hargai hidup ini, bahwa kita perlu memiliki ke­re­n­dahan hati, kesediaan hati untuk berbagi ke­baik­an, dan kegembiraan kepada orang lain serta mem­be­ri­kan dorongan disaat orang lain mengalami ke­su­litan.
  • Berbagi energi positif. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk me­le­pas­kan energi positif ini, diantaranya berbagi mo­ti­va­si, bertukar ide dan gagasan, membantu mencari so­lusi bagi orang lain, dan masih banyak lagi upaya ber­bagi dengan orang lain. Ingat law of attraction yang mengatakan semakin banyak energi positif yang keluar maka semakin banyak pula yang akan kem­bali Anda terima. Juga ada hukum kekekalan ener­gi dimana kebaikan yang dilakukan tidak akan hi­lang di alam semesta ini, tetapi akan berubah ben­tuk yang lain, seperti dalam bentuk kebahagiaan ha­ti, kepuasaan jiwa, ketenangan hidup, keberhasilan, ke­mudahan rezeki, dan masih banyak lagi.
  • Berserah Diri kepada Tuhan. Hidup ini berasal dari Tuhan dan akan kembali ke­pada-Nya. Menghargai hidup yang telah di­be­ri­kan Tuhan kepada manusia merupakan bentuk ber­se­rah diri, meskipun demikian tidak berarti manusia me­nerima apa adanya dan menyerah terhadap ke­ada­an, karena berserah diri juga berarti memikul tang­­gungjawab yang dipercayakan kepada manu­sia. Tanggungjawab sebagai pemimpin baik diri sen­diri, keluarga, masyarakat, agama, dan Negara juga ti­dak henti-hentinya menjadikan Tuhan sebagai asal dan jalan hidup termasuk ketika kita bekerja untuk me­laksanakan perintah Tuhan, beribadah untuk me­raih ridha-Nya, hidup yang kita semua jalani sesuai de­ngan perintah-Nya, dan apapun kita kembalikan ke­pada Tuhan Yang Maha Esa.

Stop Merendah Diri, Tunjukan Keberanian Luar Biasa


Pada suatu kala, hiduplah seorang pemuda yang menjalani hari-harinya dengan penuh kebosanan. Ia telah kehilangan semangat hidup karena berbagai masalah dan persoalan buruk yang terus menghantuinya. Bisnis yang telah dirintis dengan susah payah akhirnya bangkrut, yang mengakibatkan anak dan istri tercintanya berada dalam keadaan yang terancam. Ia cemas memikirkan bagaimana menghidupi keluarganya ke depan.

Keadaan yang penuh kesulitan itu membuatnya tidak kuat menahan beban hidup yang berat bagaikan menahan sebuah gunung. Semuanya terasa tidak adil. Ia pun merasa tidak berguna bagi orang lain karena berpikir ia bukan siapa-siapa lagi. Ia menganggap dirinya sekarang seperti sampah yang siap dibuang, tidak berguna, tidak dipedulikan. Ia merasa tidak berguna sebagai seorang suami, tidak mampu memberikan yang terbaik bagi keluarganya.

Begitulah seterusnya, pemuda itu terus mengeluhkan keadaannya dan terus mengatakan kepada diri sendiri bahwa ia adalah orang yang tidak berguna.

Sampai pada suatu hari, ia berjalan-jalan di kota dan melihat ada sebuah kebakaran hebat yang terjadi di sebuah rumah. Api tersebut merah membara seakan ingin menelan apapun yang berada di dekatnya. Api itu luar biasa besarnya seperti kobaran api raksasa yang menghanguskan rumah itu. Pemilik rumah itu, seorang wanita, menangis dengan keras sambil menunjuk ke arah rumah dan memanggil anaknya yang masih terjebak di dalam. Anaknya menangis memanggil ibunya dari lantai dua. Wanita itu bersikeras ingin menerobos ke dalam, tetapi dihalangi tetangganya karena api yang besar tidak memungkinkan seseorang untuk masuk ke dalamnya.

Orang-orang sekitar hanya bisa melihat kobaran api yang menyala-nyala tanpa bisa berbuat apa-apa untuk menolong seorang anak yang berada di lantai dua, terperangkap tak bisa keluar.

Tiba-tiba muncul seorang anak yang cacat mental (idiot) dengan penuh keberanian menerobos memasuki rumah yang terbakar itu. Orang-orang berteriak untuk melarangnya, tapi ia terus masuk seolah-olah tidak mendengarkan mereka. Tidak lama kemudian, pemuda cacat mental ini berhasil keluar dari kobaran api dengan selamat sambil menggendong seorang anak yang tadi terperangkap dalam kebakaran.

Melihat keberaniannya, semua orang bertepuk tangan untuknya. Mereka salut karena ketika tidak ada seorang pun yang berani menyelamatkan orang, ia malah berani melakukannya bagaikan memiliki banyak nyawa. Sang ibu terus berterima kasih kepadanya karena telah menyelamatkan nyawa anaknya. Pemuda cacat mental itu tetap tak berekspresi bagaikan tidak terjadi apa-apa.

Melihat kejadian itu, pemuda itu tertegun melihat tindakan luar biasa yang dilakukan pemuda cacat mental itu. Air mata haru mengalir karena selama ini ia selalu menganggap dirinya tidak berguna. Saat itulah ia melihat dengan mata kepala sendiri seorang pemuda yang mengalami keterbelakangan mental menjadi seorang pahlawan sejati ketika menyelamatkan seorang anak kecil dari kebakaran, padahal orang lain tidak berani melakukannya. Seorang cacat mental yang dianggap tidak berguna bisa memiliki keberanian yang luar biasa dan bahkan jauh lebih berguna dari orang lain yang hanya melihat saja.

Pesan kepada pembaca:

Mungkin Anda kadang-kadang suka merendahkan diri sendiri dengan sesuatu hal yang membuat Anda menjadi tak berdaya. Anda mungkin menganggap diri sendiri tidak berguna dan tidak cukup pantas untuk menjadi orang yang luar biasa. Anda mungkin juga menganggap orang lain jauh lebih baik dan lebih hebat dari Anda. Anggapan inilah yang sering kali menjatuhkan kita sebagai seorang manusia yang memiliki kemampuan luar biasa.

Sikap rendah diri inilah yang mengikat diri sendiri dan menahan seluruh potensi yang ada dalam diri Anda. Sikap ini juga bagaikan penjara bawah tanah yang membuat Anda tidak bisa pergi bebas ke mana pun yang Anda inginkan.

Sadarilah bahwa Anda adalah manusia yang unik dan dibekali dengan kemampuan yang luar biasa untuk menjadi, melakukan dan memperoleh apa pun yang Anda impikan. Anda hanya perlu mendukung diri Anda dan menyadari bahwa Anda adalah orang yang dilahirkan di dunia ini untuk menjadi luar biasa, bukan orang yang biasa-biasa saja. Anda layak untuk menjadi orang yang berguna, menjadi seorang juara dan pahlawan sejati dalam hidup Anda.

Rahasia Tetap Bersemangat Di Saat-saat Sulit


Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang di dunia ini pasti pernah mengalami saat-saat sulit atau menghadapi kesulitan dalam hidupnya, tidak peduli apakah orang kaya atau miskin, cantik ataupun jelek, tua maupun muda, pria maupun wanita. Tidak ada seorang pun yang terbebas dari masalah dan kesulitan. Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan dan kesenangan selalu menghampiri mereka.

Akan tetapi kebahagiaan dan kesulitan selalu datang silih berganti dalam hidup manusia. Orang-orang cenderung merasa baik dan bahagia ketika kejadian atau peristiwa baik terjadi dalam hidup mereka. Mereka akan merasa bahagia dan senang. Begitu juga sebaliknya, orang-orang akan cenderung merasa depresi, stress, kecewa ataupun sedih ketika kesulitan dan kejadian buruk menimpa mereka.

Sebenarnya hal tersebut bukanlah penghalang bagi Anda jika Anda bisa mengatasi kesulitan tersebut sehingga tidak sampai mempengaruhi dan menjatuhkan Anda. Ada segelintir orang yang bisa bertahan dan bangkit dari kesulitan dan akhirnya berhasil mengatasinya. Ada juga orang-orang yang tidak mampu bangkit dan tertekan dengan keadaan tersebut. Ini semua tergantung pilihan kita bagaimana reaksi dan tanggapan kita terhadap kesulitan yang sedang menimpa kita.

Ada beberapa kiat-kiat yang dapat membantu Anda supaya Anda tetap bersemangat walaupun Anda sedang menjalani masa-masa sulit, sehingga dapat membuat Anda bangkit kembali atau setidaknya membuat Anda lebih baik ke depannya.

  • Menyadari bahwa kesulitan bukan untuk membuat Anda terpuruk, melainkan membuat Anda jauh lebih kuat. Ketahuilah bahwa ketika kesulitan sedang menimpa Anda, sebenarnya Anda sedang dipersiapkan untuk menjadi orang yang lebih baik dan lebih kuat untuk menghadapi Kesulitan dan tantangan ke depan yang jauh lebih besar di masa yang akan datang. Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan manusia untuk mengatasinya. Coba bayangkan mulai dari kecil Anda sudah sangat bahagia dan senang, tidak ada satu pun kesulitan dan kesedihan yang menimpa Anda. Kemudian setelah Anda besar, tiba-tiba kesulitan datang kepada Anda. Bisa dipastikan bahwa Anda akan sangat terpukul dan frustrasi sekali karena Anda sama sekali tidak pernah mengalami kesulitan seperti ini sebelumnya. Anda bahkan tidak tahu bagaimana cara mengatasi hal tersebut. Kesulitan dan perasaan negatif lainnya merupakan sebuah tanda atau sinyal yang diberikan kepada Anda supaya Anda terus berbenah dan mempersenjatai diri dengan lebih baik lagi supaya dapat melewati tantangan berikutnya. ketika Anda berhasil mengatasi kesulitan, Anda sudah jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Maka dari itu, bersyukurlah akan semua ini. Ketika Anda mengalami masa-masa sulit, jadikan hal tersebut sebagai batu loncatan menuju pribadi yang lebih baik dan sukses. Tidak ada yang namanya kesuksesan tanpa disertai kegagalan terlebih dahulu. Kegagalan membuat Anda semakin kuat dalam meraih cita-cita Anda. Bahkan ada yang mengatakan bahwa jika Anda ingin sukses maka Anda harus menerima banyak kegagalan atau kesulitan. Tergantung Anda sendiri apakah Anda menganggap kesulitan membuat Anda lebih terpuruk atau membuat Anda lebih baik dari sebelumnya. Ini semua adalah pilihan Anda.
  • Melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Kebanyakan orang cenderung memiliki perasaan yang negatif ketika mereka menemui kesulitan. Mereka akan merasa sedih, kecewa, depresi, terpukul dan tertekan. Hal ini disebabkan oleh pemikiran mereka sendiri. Mereka terus-menerus memikirkan betapa buruknya keadaan mereka sehingga tanpa disadari mereka terus tenggelam dan terpuruk di dalam perasaan negatif mereka sendiri. Perlu diketahui bahwa di balik setiap kesulitan, pasti ada suatu hikmah atau makna positif yang dapat kita ambil. Tetapi sayangnya kebanyakan orang justru mengambil hikmah negatif dari kesulitan tersebut. Yang perlu Anda ambil adalah hikmah yang baik sehingga Anda dapat belajar darinya dan berusaha bangkit untuk mengatasinya. Daripada merasa buruk dan tertekan akibat kesulitan yang Anda alami, jauh lebih baik jika Anda melihat kesulitan atau tantangan dari kacamata/sudut pandang yang berbeda. Ini diibaratkan Anda sebagai sutradara dari diri Anda yang dapat mengubah sudut pandang kamera sesuka Anda.
  • Memotivasi diri. Salah satu perbedaan antara orang yang berhasil bangkit dari keterpurukan dengan orang yang terus terpuruk dalam kesulitan adalah bahwa orang yang berhasil bangkit selalu termotivasi atau memotivasi diri mereka sendiri sehingga mereka terus bersemangat tidak peduli betapa sulitnya keadaan mereka. Orang yang terus terpuruk tidak memotivasi diri mereka sedemikian rupa sehingga mereka tidak mampu bangkit kembali. Sekarang ini Anda dapat memperoleh segala sumber daya yang dapat membuat Anda termotivasi dan bersemangat. Ada banyak buku-buku motivasi yang dapat membangkitkan potensi diri Anda. Kata-kata yang tercantum di dalamnya dapat membuat Anda merasa terinspirasi untuk bangkit. Sumber lainnya berupa pelatihan atau seminar motivasi dimana pembicara membagikan kiat-kiat dan pengalaman mereka untuk mendorong Anda untuk maju dan semangat dalam hidup. Motivasi dan semangat adalah bahan bakar yang dapat membuat Anda tetap tegar dan bertahan dalam masa-masa sulit. Jika Anda tidak memiliki motivasi, bisa dipastikan Anda akan langsung menyerah begitu kesulitan dan rintangan menghadang Anda.
  • Humor. Humor dan tawa adalah obat yang cukup mujarab untuk mengobati kegundahan hati Anda. Inilah sumber daya yang gratis yang bisa Anda dapatkan kapan pun dan di mana pun. Semua orang dapat memperolehnya dengan gratis alias tidak dipungut biaya. Bahkan tawa dapat membuat kesehatan seseorang menjadi jauh lebih baik dan membuat orang lebih awet muda dan menarik. Banyak acara-acara di televisi yang menyajikan humor atau komedi. Acara tersebut membuat Anda tertawa dan tersenyum yang langsung dapat membuat beban berat Anda hilang seketika karena ketika Anda tersenyum atau tertawa, tubuh Anda menghasilkan hormon yang membuat Anda merasa nyaman dan baik. Jadi, mengapa harus merasa sedih? Bukankah lebih baik tertawa dan menjadi gembira?
  • Refreshing atau penyegaran diri. Cara lain untuk menghilangkan perasaan negatif Anda adalah dengan refreshing. Refreshing dapat bermacam-macam jenisnya. Refreshing berguna untuk menyegarkan kembali pikiran dan tubuh Anda sehingga pikiran Anda lebih jernih dan bijaksana dalam menghadapi persoalan yang dihadapi. Pikiran-pikiran yang stress tidak akan banyak membantu Anda dalam penyelesaian masalah yang Anda hadapi. Anda dapat berlibur ke tempat yang Anda sukai seperti pantai dengan suara burung dan ombaknya, pegunungan yang berudara sejuk dan tempat hiburan dan rekreasi lainnya. Hal ini membuat Anda rileks dan tenang kembali. Atau Anda dapat juga melakukan sesuatu yang mejadi hobi Anda seperti memancing di tengah laut, berenang, atau hobi Anda yang lainnya. Refreshing akan membuat diri Anda seperti baterai yang telah dicas kembali sehingga Anda akan kembali bertenaga penuh dan siap untuk menjalani kembali hidup Anda.
Kesimpulannya adalah motivasi dan semangat membuat Anda terus bangkit dan tidak mudah menyerah kalah terhadap masa-masa sulit. Sebaliknya jika Anda sedang mengejar cita-cita Anda, dengan memiliki semangat yang kuat, Anda akan jauh lebih cepat dalam merealisasikan cita-cita tersebut. Dengan memahami kiat-kiat diatas, Anda akan menjadi orang yang penuh semangat dan tegar dalam menjalani hari-hari Anda.

Berani Berubah Berani Belajar


Berani berubah harus berani belajar, terkadang kita menginginkan untuk berubah, menjadi lebih smart, menjadi lebih sukses dan menjadi lebih yang lain, banyak hal yang terlupa bahwa kita lupa belajar tahap perubahan, kita hanya mengharapkan sebuah perubahan tetapi gambaran bagaimana kita setelah berubah tidak pernah dibentuk dalam mindset kita, kita hanya menginginkan perubahan, perubahan dan perubahan. Perubahan adalah sebuah proses panjang yang dinamis, untuk bisa menaikkan kompetensi maka proses perubahan kedepan sudah terpikirkan sejak sekarang, jika kita ingin sukses maka gambaran bagaimana ketika kita sukses harus sudah tergambar sejak sekarang.

Gambaran kesuksesan bagi beberapa orang adalah keberlimpahan finansial, bagi beberapa orang kesuksesan adalah kebahagiaan hidup, benarkah keberlimpahan finansial menjadi kunci kebahagiaan hidup, jawabannya relatif, Setiap orang memiliki gambaran kesuksesan sesuai dengan persepsinya masing - masing. Seorang dengan gangguan lumpuh pada kaki karena stroke kemudian berhasil berjalan secara mandiri maka dia sudah menganggap dirinya sukses, seorang anak kecil menjadi juara di sebuah perlombaan melukis tingkat nasional sudah menganggap dirinya sukses.

Belajar tentang diri sendiri adalah kunci agar perubahan kita tercapai, hanya anda yang mengetahui kelebihan dan kelemahan, sehingga anda juga yang mengetahui apakah anda sukses atau gagal. Kehidupan memberikan pelajaran terberatnya melalui kesenangan dan kesusahan, sudahkah kita belajar dari musibah, sudahkah kita belajar dari segala hal yang sudah kita alami, belajar tentang diri sendiri adalah upaya perubahan yang hakiki, mengejar prestasi untuk lebih unggul dari diri sendiri di masa lalu.

Perubahan bukan proses kompetitif dengan orang lain, perubahan adalah proses berdamai dengan diri sendiri dan memberi kesempatan agar diri mencapai tujuan, karena setiap tujuan hidup seseorang itu berbeda maka kesuksesan seseorang terukur dari tujuan hidupnya, menetapkan tujuan hidup ini yang membuat seseorang harus jujur dengan dirinya sendiri, tanpa tujuan hidup maka aktivitas hidupnya tidak jelas, ucapan yang terlontar cenderung melemahkan diri.

Masih berminat berubah? bertanya pada diri sendiri maka perubahan itu akan menjadi lebih mudah, perubahan itu menjadi semakin baik dan perubahan itu membuat kita semakin tertantang dan semakin bersemangat menjalani hidup.

Cinta Ibu


"Mothers hold their children's hands for a short while, but their hearts forever. - Ibu memang memeluk anak-anak mereka hanya sebentar, tetapi hati mereka (ibu) memeluk anak-anak mereka selamanya." - unknown

Peran ibu sangat penting dalam kehidupan kita. Berkat peran ibulah kita terbentuk menjadi diri kita saat ini, dengan segala ciri khas, kemampuan, kecerdasan, dan segala kelebihan kita lainnya. Inilah beberapa hal yang membuat ibu disebut sebagai makhluk Tuhan yang sangat luar biasa dan sepantasnya kita sayangi dengan sepenuh hati.

Pertama karena ibu memiliki cinta kualitas tertinggi di dunia serta kasih sayang yang tercurah sepanjang masa. Dengan segala cinta, seorang ibu tak segan memberi pelukan, ciuman dan kata-kata penyemangat bagi putra dan putrinya. Seorang ibu adalah sebuah perwujudan dari cinta.

Keistimewaan lain seorang ibu adalah karena kesabaran yang ia miliki. Walaupun letih, dirinya tetap setia melayani keluarga. Ia senantiasa menjaga anak, mengajarinya sesuatu yang baru dan menantang, dan semua tanggung jawab lainnya yang sangat membutuhkan kesabaran tingkat tinggi.

Keunggulan seorang ibu mengapa harus disayangi adalah karena komitmennya yang sangat tinggi dalam menjalankan tanggung jawab sebagai ibu. Tak sedikit tantangan seorang ibu ketika menjaga dan membesarkan putra dan putrinya hingga dewasa dan mandiri. Berkat komitmennya yang tinggi itulah seorang ibu tak pernah mengeluh, walaupun demi merawat bayinya selama 24 jam hampir tanpa istirahat, mendidik putra dan putrinya ketika masih kecil, bahkan bekerja keras mencari uang, dan semua itu hanya untuk sang buah hati.


Mengapa ibu merupakan mahkluk yang istimewa dan layak mendapatkan tempat teristimewa di hati kita adalah karena ibu sangatlah kuat. Walaupun lemah lembut, seorang ibu selalu mampu mengatasi semua rasa sakit mulai hamil hingga melahirkan, menjaga anak hingga membantu anak-anaknya meraih cita-cita dengan segala daya dan hidup lebih baik. Semua tanggung jawab itu sungguh besar, dan ternyata ibu sanggup melakukannya.


Mengapa ibu disebut wanita hebat dan panutan adalah karena ibu merupakan sosok wanita yang disiplin. Sejak bangun pagi, seorang ibu sudah mengerti dan melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik mungkin walaupun harus berpacu dengan waktu. Setiap hari, dengan cepat dan sigap ia harus segera memasak, memberi sarapan, memandikan, membersihkan rumah, bekerja, dan begitu seterusnya hingga larut malam.

Ibu adalah orang yang harus kita hargai karena seorang ibu akan selalu siap mengambil alih dan menyelesaikan pekerjaan. Semua pekerjaan akan dengan senang hati ia lakukan demi memastikan anak-anaknya sehat, aman dan hidup senang. Tak ada pekerjaan yang sulit dan berat bagi ibu, dan semua itu karena cintanya terhadap sang buah hati.

Seorang ibu adalah makhluk sangat unik dan istimewa, karena ibu sangatlah kreatif. Ibu mampu mengolah segala hal yang sesederhana apapun menjadi istimewa demi menjadikan rumah penuh kasih untuk anak-anaknya. Kreatifitas tingkat tinggi seorang ibu tercermin dari aneka masakan yang ia sajikan agar anak-anaknya kenyang dan sehat, cerita-cerita pengantar tidur yang mengajarkan anak mempunyai mimpi, optimisme dan budi pekerti, lagu-lagu ceria, permainan yang membangkitkan keceriaan dan imajinasi anak, inspirasi keindahan dari tampilan taman bunganya, dan lain sebagainya.

Seorang ibu merupakan sosok yang begitu istimewa dan sempurna, karena curahan cinta dan kasih sayang itu. Karenanya, ibu berhak mendapatkan cinta, kasih sayang, dan perhatian dari putra dan putrinya yang telah beranjak dewasa dan mandiri. Beberapa hal di bawah ini mungkin dapat membantu kita bagaimana cara menyenangkan dan menyayangi orang tua, khususnya ibu.

Pertama adalah memberitahu ibu bahwa kita menyayanginya, melalui sikap yang perhatian, memberikan pelukan, menghargai apapun yang dilakukannya, atau mengambil alih tugas-tugasnya. Tunjukkan semua itu agar ibu merasakan bahwa Anda masih mencintai ibu sama seperti ketika Anda masih kecil dahulu. Biarkan ibu mengetahui bahwa dirinya menempati ruang khusus di hati Anda, meskipun segalanya telah banyak berubah.

Jagalah sikap dan perkataan agar tidak membuat ibunda sedih atau marah. Misalnya Anda menceritakan hal yang menyenangkan tentang pekerjaan, keluarga kecil Anda, jika masih lajang menceritakan tentang hubungan asmara yang menyenangkan, dan lain sebagainya. Semua itu akan membuat ibu merasa dekat dengan Anda dan ibu merasa bangga atas keberhasilan Anda.

Sesekali waktu berikan hadiah-hadiah yang unik, terbaik dan disukai ibu. Namun, jika ibu ditanya hadiah apa kado paling spesial baginya? Maka dia akan selalu menjawab sudah cukup bahagia jika melihat putra dan putrinya hidup sukses, kaya dan bahagia. Saya kira itulah keinginan semua ibu di dunia. Tetapi tak ada salahnya jika kita berkeinginan untuk memberikan kejutan kasih sayang dalam bentuk hadiah sehingga ibu merasa begitu spesial, misalnya memberi cincin, kue kesukaan, mengajak rekreasi, makan bersama, dan lain sebagainya.

Cara kita mencintai dan menghargai ibu akan menjadi teladan bagi putra dan putri kita bagaimana memperlakukan orang tua dengan cinta dan kasih sayang, hingga kitapun akan memetik manfaat suatu saat kelak dari anak-anak kita. Karenanya, jangan segan melakukan sesuatu yang dapat membuat ibu merasa bahagia, dan yang terpenting adalah Anda melakukannya dengan setulus hati. Karena ibu sangat layak untuk disayang dan dihormati atas semua yang ibu lakukan untuk kita.

-----------------
*Andrew Ho

Gunakan Rasa Sakitmu sebagai Bahan Bakar


Penulis Amerika keturunan Afro Amerika-Jerman ini meraih dua kali penghargaan Pulitzer bidang drama untuk tahun 1987 dan 1990. Ia juga dikenal sebagai aktor Broadway.

Meskipun tampak gemilang, perjalanan hidupnya terbilang sulit. Ia lahir di Pennsylvania, AS, pada 27 April 1945 sebagai anak ke-4 dari enam bersaudara dari ayah imigran Jerman Frederick August Kittel yang merupakan pengusaha roti dan ibu seorang Afro Amerika, Daisy Wilson, seorang tukang cuci. Pada masa kecilnya ia hanya dibesarkan ibunya karena ayahnya nyaris tak pernah pulang bahkan kemudian kedua orangtuanya bercerai. Karena itu ketika mulai sekolah ia menggunakan nama ibunya di belakang namanya, August Wilson.

August Wilson menjalani pendidikan di Central Catholic High School mulai tahun 1959. Bersekolah di sana tak menyenangkannya karena ia satu-satunya orang kulit hitam sehingga menjadi bulan-bulanan murid-murid lain.
Lalu ia pindah ke Connelley Vocational High School, namun kurikulumnya tak menantangnya. Lalu pindah lagi ke Gladstone High School. Di sini pun ia mendapat masalah. Ketika ia menulis paper berjudul Napoelan I of France ia dituduh gurunya menyadur cerita itu. Ia pun keluar.

Alih-alih memberitahu ibunya kalau ia sudah keluar sekolah, ia justru bekerja serabutan. Saat itu usianya 16 tahun. Ternyata pekerjaan itu memberinya kesempatan bertemu dengan orang-orang dari berbagai kalangan yang memperkaya karakternya.

Kegagalan sekolah tak menghentikannya untuk terus belajar. Untuk menambah pengetahuannya, ia banyak membaca di perpustakaan. Ia mengunjungi perpustakaan secara berkala. Ia pelajari karya-karya penulis Afro Amerika. Dari sanalah timbul keinginannya untuk menjadi penulis.

Meski ibunya menginginkannya jadi lawyer, ia tak bisa memenuhinya. Ia kemudian dikenal sebagai dramawan Broadway. Dan sebagai imbalan ketekunannya, August Wilson meraih dua kali penghargaan Pulitzer (penghargaan prestisius; tertinggi di dunia untuk bidang sastra, seni) kategori drama pada tahun 1987 dan 1990. August meninggal pada 2 Oktober 2005.

"Hadapilah sisi gelap hidupmu dan berusahalah mengusirnya dengan penerangan dan pengampunan. Keinginanmu bergulat dengan setan akan membuat malaikat bernyanyi. Gunakan rasa sakitmu sebagai bahan bakar, sebagai pengingat kekuatanmu." Itulah kata-kata yang paling populer darinya, gambaran pengalamannya menghadapi hidup berat namun berhasil mengalahkannya.

Anak Desa Peraih 2 Gelar Sarjana Luar Negeri


"Siapa dan di mana keberadaan Anda sekarang ditentukan oleh tindakan atau keputusan Anda di masa lalu." Percaya atau tidak dengan ungkapan tersebut, namun itulah yang dialami seorang bernama Purwanto yang lahir di desa Banjarsari, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak.

Dulu desanya belum dialiri listrik dan jalanannya masih tanah, sehingga setiap kali pergi ke sekolah Purwanto kecil harus menjinjing sepatunya dan mencuci kakinya sebelum naik angkutan pedesaan.

Setelah lulus SD, ia memilih melanjutkan ke SMP, alih-alih Sekolah Teknik (ST). Padahal, teman-teman Purwanto umumnya lebih memilih ST karena lulusannya bisa langsung bekerja. Apakah alasannya? Purwanto kecil terinspirasi cerita sang ayah yang seorang pamong desa.

"Setiap kali ayah pergi bertemu pembesar, beliau pasti cerita tentang pembesar itu. ‘Tadi saya ketemu pembesar lulusan UGM atau Undip,'" kata Purwanto. Inilah yang melecut niat Purwanto kecil untuk mengikuti jejak para pembesar itu.

Upaya menimba ilmu yang lebih tinggi pun harus dilaluinya dengan penuh perjuangan. Tepat jam 5 pagi, Purwanto sudah berangkat sambil memikul kedelai untuk dititipkan ke pasar. Malam hari, ia harus pergi ke sawah untuk mengurus air, padahal teman-temannya mungkin tengah belajar atau sudah tidur. Kegiatan malam hari itu memang harus dilakukannya karena kala itu Waduk Kedungombo belum dibangun, sehingga air yang mengaliri sawah di desanya belum mencukupi.

Selepas SMA, meski lolos seleksi di tiga perguruan tinggi, Purwanto memilih masuk ke Teknik Kimia Undip pada 1980. Saat memasuki semester ke-3, kondisi sawah di desanya habis dimakan wereng. Hal ini menyentakkan Purwanto, sehingga membuatnya berjanji bahwa di semester 7 nanti ia bisa hidup mandiri dan tidak merepotkan orangtuanya lagi.

Janjinya terpenuhi ketika sudah menginjak semester 7. Ia menyambi kerja sebagai guru les. Saat itu, pekerjaan mengajar seperti itulah yang paling menjanjikan bagi mahasiswa karena belum banyak saingan. Bayangkan saja, hasil mengajar selama 2 bulan bisa dibelikan motor!

Selepas kuliah, ia tak menampik tawaran sebagai dosen tetap di almameternya. Padahal kebanyakan temannya lebih memilih bekerja di pabrik karena gajinya besar. Keputusan penting Purwanto kali ini didasarkan pada rasa penasarannya akan kehidupan orang Eropa dan kenapa bangsa Eropa bisa lebih maju.

"Menjadi dosen memang tidak bergaji besar, tapi berpeluang besar untuk dapat beasiswa belajar ke luar negeri," jelas sosok ramah kelahiran 28 Desember 1961 ini.

Ternyata, perhitungan Purwanto tidak meleset. Ia mendapat beasiswa master di Prancis. Program yang diambilnya adalah program spesialis dan DEA (Diploma D'Etudes Approfondies) di bidang teknologi proses. Gelar doktoral pun diperolehnya di universitas yang sama.

Selama belajar di Prancis ini, rasa penasaran akan kemajuan bangsa Eropa terjawab. Ia menyimpulkan, semua orang itu pada dasarnya memiliki kemampuan yang bagus. Yang kemudian menjadikannya kurang bagus adalah tipisnya rasa percaya diri dan sifat malas.


Saat diwawancarai secara eksklusif oleh majalah LuarBiasa (hasilnya ada di edisi Juli 2011)

Tercapainya cita-cita kuliah di luar negeri tak lantas mengakhiri perjuangan Prof. Dr. Ir. Purwanto, Dipl.EP, DEA ini. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian dan peran besar pada lingkungan hidup. Ia berpendapat sebaiknya kepentingan ekonomi dan lingkungan tidak dipertentangkan. Fokus kita bersama harusnya mengarah pada isu-isu seperti sustainability, atau keberlanjutan. Ini berarti pembangunan ekonomi seharusnya diimbangi dengan manfaat bagi lingkungan sekaligus manfaat sosial.

Kisah perjuangan panjang Prof. Dr. Ir. Purwanto ini seolah menegaskan bahwa suatu cita-cita setinggi apa pun bisa diraih dengan tindakan dan keputusan yang tepat di hari ini. Kondisi apa pun yang kita jalani, malang maupun beruntung, tak seharusnya menghalangi langkah maju kita menuju masa depan yang lebih baik.

Mengubah Paradigma Pendidikan Tinggi di Indonesia


Tri dharma perguruan tinggi adalah pendidikan, penelitian, dan pengabdian (masyarakat). Pendidikan merupakan suatu proses memfasilitasi peserta didik dengan sarana dan lingkungan yang kondusif bagi pengembangkan dan peningkatkan kompetensi di bidang akademik dan non-akademik sehingga tercipta Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, bermoral, dan berguna tidak hanya bagi dirinya namun juga masyarakat secara luas.

Sedangkan penelitian atau riset adalah suatu proses pencarian sebuah pengetahuan atau investigasi yang sistematis mengenai suatu hal untuk membentuk suatu fakta. Tujuan utama dari penelitian adalah menemukan, menafsirkan, dan mengembangan suatu metode dan sistem untuk kemajuan pengetahuan manusia dalam berbagai hal ilmiah dari dunia kita dan alam semesta. Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah, namun tidak harus.

Apabila peserta didik telah mendapatkan pendidikan dan melakukan penelitian selama mengenyam proses pendidikan tersebut, diharapkan mereka dapat mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang mereka peroleh kepada masyarakat secara luas.

Melihat tri dharma pendidikan tinggi Indonesia tersebut tampaklah gambaran besar bahwa pendidikan tinggi di Indonesia lebih mengarahkan peserta didik ke arah penelitian yang diharapkan melalui temuan-temuannya di lapangan mampu diaplikasikan ke masyarakat secara luas. Namun demikian, hendaknya perlu kita tanyakan kepada diri masing-masing: berapa banyak dari peserta didik yang setelah lulus perguruan tinggi ingin mengabdikan hidupnya menjadi seorang peneliti?



Indonesia saat ini tengah didera berbagai macam tantangan ekonomi dari dalam maupun luar. Berlakunya AFTA 2010 sejak 1 Januari 2010 hanya berarti satu hal: tidak hanya barang bermerk luar negeri tapi juga SDM asing akan bebas memasuki kancah persaingan ekonomi di Indonesia. Apabila SDM lokal tidak dipersiapkan untuk menghadapi SDM asing tersebut dikhawatirkan angka pengangguran semakin meningkat dan jurang antara si kaya dan si miskin semakin lebar.

Pengangguran di Indonesia seyogyanya diakibatkan oleh ketidakcocokan antara ilmu yang dipelajari selama mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan dengan aplikasi yang benar-benar dibutuhkan oleh pencari tenaga kerja. Kurang fokusnya mata pelajaran yang diajarkan di bangku perkuliahan turut menyumbang keterpurukan ini sehingga ketika lulus, para mahasiswa sering kali bingung akan kompetensi yang dimilikinya dan pada akhirnya menemui kendala untuk memenuhi beberapa kriteria perekrutan karyawan yang biasanya terdapat di kolom lowongan pekerjaan pada koran.

Menyikapi hal tersebut di atas, perlu diadakan penyesuaian kembali terhadap tujuan akhir dari pembinaan peserta didik selama menempuh jenjang perkuliahan. Tujuan akhir tersebut menyangkut penciptaan SDM yang benar-benar dibutuhkan oleh pasar; tidak hanya berbekal kemampuan untuk meneliti namun juga memiliki skills tertentu untuk diaplikasikan kepada sektor-sektor perekonomian bangsa. Dengan demikian, perguruan tinggi saat ini harus mampu memfasilitasi peserta didik tidak hanya dengan teori saja namun juga kemampuan tepat guna sehingga tidak terjadi pengangguran.

Kemampuan tepat guna ini berhubungan dengan praktik lapangan yang bertujuan untuk mensinergikan hal yang dipelajari di dalam kelas dengan hal yang benar-benar terjadi di lapangan. Sayangnya, praktik lapangan atau yang lebih dikenal sebagai magang kerja ini tidak benar-benar diimplementasikan secara menyeluruh di sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia alias hanya program pilihan saja. Alhasil, peserta didik baru mengetahui apa yang benar-benar terjadi di lapangan ketika mereka lulus perkuliahan. Dan ketika mereka mengetahui, mungkin saja sudah terlambat...

Satu hal yang turut disesalkan dari pandangan masyarakat Indonesia mengenai perguruan tinggi saat ini adalah pendidikan sangat erat dengan fasilitas. Fasilitas hebat seperti gedung perkuliahan yang mewah lengkap dengan kolam renang, arena futsal indoor dan banyak lagi fasilitas mewah yang lebih bersifat non akademik lainnya menjamin lulusan yang berkualitas pula. Apabila masyarakat kita mau jauh-jauh datang ke universitas-universitas di India, masyarakat kita bisa melihat bahwa universitas-universitas tersebut jauh dari kesan mewah. Gedung-gedung lama tanpa Air Conditioner (AC) serta fasilitas seadanya namun yang menabjubkan adalah universitas-universitas tersebut menduduki peringkat 100 besar di dunia dan kualitas lulusannya setaraf dengan, semisal, lulusan universitas Harvard, Amerika. Tampaklah di sini bahwa masyarakat India lebih mengedepankan kualitas pendidikan (interior) ketimbang fasilitas (eksterior) karena memang produk dari perguruan tinggi adalah kualitas pendidikan. Bukan Fasilitas!

Artikel ini bertujuan untuk mendobrak sistem-sistem pengajaran konvensional di sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia yang apabila tidak ditangani segera dikhawatirkan dapat menghasilkan pengangguran-pengangguran masa depan yang justru tidak dapat mengimplementasikan poin ke tiga dari tri dharma pendidikan, yakni pengabdian masyarakat.


Melalui artikel ini pula, penulis perlu tegaskan bahwa ada tiga hal penting yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi saat ini terutama dalam menghadapi tantangan di era globalisasi: kemampuan bahasa asing (termasuk bahasa Inggris) aktif, pengalaman kerja yang diperoleh ketika mengikuti program magang di perkuliahan, dan, tidak kalah pentingnya adalah karakter yang baik. John wooden, seorang pelatih untuk UCLA, pernah berkata, "Ability may get you to the top, but it takes character to keep you there."
________

Jhanghiz Syahrivar

Manusia Makhluk Sosial: Kita Memerlukan Orang Lain


Seseorang dikatakan kaya karena harta yang dimilikinya. Dari daftar urutan orang-orang kaya di dunia yang disusun majalah kenamaan Forbes setiap tahun, jumlah harta yang dikumpulkan menjadi patokan.Jika tahun sebelumnya harta yang dikumpulkan lebih banyak ia akan naik ke urutan di atasnya. Sebaliknya jika lebih sedikit maka urutannya akan turun.

Namun orang kaya tak melulu yang masuk daftar itu. Orang yang hidupnya berkelimpahan begitu banyak di dunia, termasuk di Indonesia. Lagi pulakaya sangat relatif. Orang yang memiliki harta senilai satu miliar rupiah mungkin sudah merasa kaya, tetapi nilai sebesar itu bisa jadi masih dirasa miskin oleh orang lain.

Cuma ada hal yang menarik dari penelitian yang dilakukan Barclay's Wealth Insight, lembaga keuangan Inggris, beberapa waktu lalu, bahwa orang kaya itu memerlukan orang lain. Seseorang merasa benar-benar sudah kaya jika sudah mendapat pengakuan orang lain, mendapatkan rasa hormat dari orang di sekitarnya, bisa beramal, jadi contoh sukses bagi orang lain, dan bisa belanja sesuai keinginan. Tanpa itu mereka masih belum merasa "kaya".

Nah, kita mungkin punya ukuran sendiri mengenai ini. Akan tetapi, dari penelitian itu tampak bahwa seseorang merasa kaya karena ada orang lain. Ia tak akan merasa kaya jika sendirian. Karena itu belum cukup seseorang menjadi kaya dengan hanya berpatokan pada harta yang dimilikinya.

Sahabat Luar Biasa!

Orang kaya yang hanya memiliki harta tapi tanpa memiliki kepedulian, perhatian, cinta pada sesama adalah orang kaya yang miskin.

Kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Kita sangat membutuhkan orang lain. Manusia secara alami memiliki keterkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, mari asah naluri dan nurani kita agar makin terbiasa membantu orang lain. Kekayaan sejati bukan karena sekadar kaya materi, tapi kaya mental dan rohani. "Bahagia" bukan saat kita menerima, "bahagia" justru "terasa" saat kita mampu memberi.

Salam sukses, luar biasa!

Hidup = Tanggung Jawab + Masalah


Satu pertanyaan yang paling sering melekat dalam benak saya adalah, “Mau dibawa ke arah mana hidup saya ini ke depan??” Masih banyak kekurangan yang saya miliki, walaupun saya yakin banyak juga kemampuan atau kelebihan yang saya miliki (tetapi seringkali saya bahkan Anda semua tidak menyadarinya bahwa itu adalah kelebihan).

Karena semua itu, saya kadang berkhayal untuk mendapatkan pintu masa depan ala Doraemon untuk mengetahui jati diri saya sebenarnya. Apakah saya dapat menjadi penulis, pengusaha, sampai pada orang yang hidup standar-standar saja dan hanya bergantung pada orang lain dan terus menerus bergantung? Itu semua bercampur aduk dalam pikiran saya pribadi.

Tapi, saya pun sadar bahwa saya tak dapat mengetahuinya hal tersebut karena saya percaya sekali bahwa hidup masing-masing orang itu sudah ada yang mengatur, dan tak dapat diubah oleh kita sendiri. Belum lama ini (kira-kira 3 hari yang lalu) saya pun sadar, saya harus lepas dalam pikiran-pikiran yang tak perlu tapi saya teruspikirkan! Saya sadar bahwa hidup adalah suatu pembelajaran ke arah yang lebih baik. Di saat saya terpuruk akan satu atau banyak masalah, saya harus belajar dari masalah itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan bukan terus masuk ke masalah tersebut (walau sebenarnya hal tersebut sulit dilakukan dan hanya mudah di teori).

Saya pun sadar bahwa hidup itu adalah masalah. Jika kita hidup, maka kita PASTI akan menghadapi masalah. Selain itu saya juga sadar akan adanya tanggung jawab dalam hidup. Saya sebagai mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk terus bertumbuh, baik tingkah laku, rohani, bahkan kehidupan sosial. Saya (dan kita semua) tidak perlu terus memikirkan masa depan yang masih belum jelas, tetapi kita harus bertanggung jawab pada apa yang ada sekarang! Jika demikian, masa depan pun dengan sendirinya akan ada.

Satu hal lagi saya pun memiliki pesan dari Andrie Wongso (motivator kita) yang mengatakan kurang lebih sebagai berikut, “Menciptakan target merupakan hal kecil. Tetapi memelihara target tersebut untuk terus hidup, itu yang merupakan hal besar dan yang lebih penting”…

SO, MARILAH KITA HIDUP DENGAN KEHIDUPAN YANG SEJATI!

Gagal Hanya Perisitiwa, Bukan Orangnya!


Definisi gagal : gagal v 1 tidak berhasil; tidak tercapai (maksudnya); 2 tidak jadi.

Daridefinisi tersebut kita bisa tarik kesimpulan, bahwa orang yang gagaladalah orang yang tidak tercapai tujuannya, yang dia perbuat tidak jadiatau tidak selesai. Jadi saat kita berada dalam event“gagal” setidaknya kita belajar sesuatu dari kegagalan kita dankita bisa berpikir, mengubah strategi agar pada akhirnya kita bisa sukses. Jadi sekali lagi, gagal adalah peristiwabukan orangnya

"Failure is an event, never a person; an attitude, not an outcome."- Zig Ziglar

Tidakada manusia yang terlahir untuk gagal. Kejatuhan dan keterpurukanadalah peristiwa-peristiwa yang mendewasakan kita. Saat kita jatuh kita mempunyai DUA pilihan: “Cukup sampai sini, saya tidak mau mencoba lagi” atau “oke,kalau begini belum berhasil, gue ubah strategi, dan gue mau coba lagi!”

“There are two fatal errors that keep great projects from coming to life: Not finishing. Not starting.” -Buddha.

Walaupunkegagalan adalah peristiwa, bukan orangnya banyak orang berpikir merekaadalah orang gagal dan itu menjadikan menanamkan mental gagaldalam dirinya. Karena apa yang kita katakan dan pikirkan, niscaya itulahyang kita dapat. Orang sukses melihat kesempatan dalam kesempitan,orang gagal melihat kesulitan dalam kesempatan. Saat mental gagaltertanam dalam diri seseorang, bahkan untuk mencoba pun sudah tidak mauwalau sebenarnya mereka memiliki potensi yang lebih dari cukup. Heybangun dong teman-teman, kita masih muda! Kita bisa menjadi apa saja yang kitamau, kuncinya gampang kok: dreaming, acting, evaluating.

“The greatest failure is the failure to try.” - William A. Ward.

Mimpi saja setingginya, jangan takut jatuh dulu soalnya itu membatasi kitauntuk maju! Saat kita jumpai kerikil-kerikil, kita bisa menambah strategi kitamenggunakan sandal. Saat kita kesulitan mendaki karena batu-batu besar, kitabisa mengubah sandal kita menjadi sepatu. Saat kita menaiki jalanan yangterjal, kita bisa ambil kayu untuk menjadikannya tongkat membantu kitajalan. Orang sukses adalah orang yang jenius dalam kehidupan, orangjenius adalah orang yang melihat hal yang sama dengan orang lain tapiberpikir beda tentang hal itu.

"A minute's success pays the failure of years.” - Robert Browning

Orangsukses bukan berarti dia tidak pernah menjumpai kegagalan! Tentu orangyang saat ini kita lihat sukses, kita hanya mengagumi kesuksesannya saatini, dan kita akan tercengang akan jatuh bangunnya, atau kesakitannya saat berjuang meraih kesukseseannya saat ini. Dan tentunya jika ditanya, tentu orangsukses tersebut akan lebih seru menceritakan waktu dia susah-susahnya deh! Misalnya bagimana dia bisa membangun bisnis,dari awalnya yang benar-benar susah payah (modal "dengkul") sampai sekarangdi mana "dengkul"nya enggak dipakai lagi buat bisnisnya.

Yakalau mau cepat sukses, sering-sering saja deh mencoba sesuatu dan tekunin. Ganti strategi saat mengalami kegagalan. Dengan banyaknya kegagalan, tentu banyak pelajaran yang kita bisa ambil dan itu modal yang palingpenting untuk mencapai kesuksesan.

"If you want to increase your success rate, double your failure rate." - Thomas Watson, Sr

"Pikirkan dan jadilah seperti apa yang ingin kita mau sendiri, karena kita sendiri yang membuat batas dalam diri kita sendiri." – Antonius Felix
__________________

Keep Dreaming, Prepare for Your Own Success!

Seorang Ibu Berkorban Nyawa Demi Sang Bayi


Stacie Crimm sudah diberi tahu dokter bahwa ia tak mungkin punya anak. Ternyata ketika usianya menginjak 41 tahun ia justru hamil. Akan tetapi kegembiraan itu harus dibayar dengan sesuatu yang tak terbayangkan.

Setelah menjalani kehamilan beberapa bulan, Stacie yang memilih jadi single mother itu didiagnosa terkena kanker leher dan kepala. Kanker itulah yang menyebabkannya sering sakit kepala dan tubuhnya suka bergetar.

Dokter menyarankan agar ia menjalani kemoterapi. Namun ia menolak karena takut mengganggu kesehatan bayi yang dikandungnya. Ia tahu risikonya besar bagi dirinya namun hal itu harus dijalaninya. Dalam satu pesan pendek pada kakaknya, tergambar kalau ia memahami risiko itu. "Aku harap aku bisa berumur panjang. Jika sesuatu terjadi padaku, kamu ambil bayi ini," katanya pada Ray Phillips, sang kakak.

Bulan Agustus lalu Stacie mendadak pingsan karena pengaruh kankernya. Berbarengan dengan itu detak jantung sang bayi ikut turun. Jantung Stacie kemudian malah berhenti selama satu jam. Menghadapi situasi sulit itu tim dokter akhirnya mengeluarkan bayi meski masih 10 minggu sebelum waktunya.

Bayi yang kemudian diberi nama Dottie Mae itu dibawa ke ruang inkubasi yang berada di gedung terpisah. Seorang suster yang tahu perjuangan Stacie untuk memiliki anak merasa iba. Ia merasa Stacie tak akan pernah melihat bayinya. Karena itu ketika Stacie siuman ia membawa Dottie Mae ke sampingnya untuk melihat bayinya, mungkin untuk yang pertama dan terakhir kalinya.

Kakak Stacie, Ray Phillips, menyaksikan peristiwa menyedihkan itu. Stacie melihat anaknya dengan begitu bahagia meski ia tak berdaya. Ia menyentuh lengan anaknya. "Aku merasa hal seperti ini mungkin hal yang paling indah dalam hidupku. Aku tidak berpikir akan pernah melihat hal yang indah lagi," kata Ray menirukan sang adik.

Stacie akhirnya meninggal tiga hari kemudian. Perjuangannya untuk memiliki anak berhasil ia lakukan meski ia harus kehilangan nyawanya. Dottie sendiri bisa tumbuh dengan sehat di tangan Ray Phillips dan istrinya Jennifer yang sudah memiliki enam anak.

Perbedaan Orang Sukses dan Orang Gagal


Orang yang sukses selalu kelebihan 1 cara, orang yang gagal selalu kelebihan 1 alasan.

Apa maknanya?

Dalam memperjuangkan apa yang kita impikan, perjalanan kadang tidak semulus seperti yang kita rencanakan. Tidak semudah seperti yang kita harapkan. Selalu saja ada hambatan, kesulitan, gangguan, kekeliruan, bahkan mungkin menemui kegagalan.

Apa bedanya, orang sukses dengan orang gagal dalam menghadapi kondisi demikian?

Bedanya pada cara masing-masing menyikapi aral yang ada di hadapannya. Bedanya, ada pada sikap mental mereka dalam melihat masalah tersebut. Bedanya, pada siapa yang bermental menang dan siapa yang bermental kalah.

The looser atau orang gagal, jika dihantam kesulitan, mereka selalu bisa membuat 1001 alasan mengapa dia gagal. Dalih itu muncul silih berganti, seakan tiada habisnya! Dia selalu bisa menemukan alasan mengapa dia gagal. Dan hampir semuanya menunjuk dan menyalahkan pihak di luar dirinya. Itulah mental pecundang. Jelas, orang gagal selalu kelebihan satu alasan.

Sebaliknya, the winner atau pemenang jika dihadapkan pada rintangan, halangan , kesulitan, bahkan kegagalan, akan melihat ke dalam terlebih dahulu, melakukan introspeksi diri. Dia akan mencari penyebabnya dari dalam, menilai, dan mencari kekurangan/kesalahan dari apa yang menjadi penyabab timbulnya masalah dan kegagalan.

Jika sebab ditemukan, dia akan mencari cara untuk memperbaikinya. Itulah sebabnya, orang sukses terus bertambah sukses. Memang, orang sukses selalu kelebihan 1 cara.

Seperti pepatah yang similar dalam bahasa inggris mengatakan "The winner sees an answer for every problem. The looser sees the problem in every answer". Seorang pemenang selalu melihat sebuah jawaban di setiap masalah, sedangkan seorang pecundang melihat sebuah masalah di setiap jawaban.

Bagi saya, kesuksesan sejati adalah akumulasi dari kegagalan-kegagalan kecil yang mampu kita atasi. Sehingga halangan, kesulitan, kegagalan, justru merupakan sarana terbaik dalam melatih dan mematangkan mental kita.

Pastikan: kita selalu kelebihan 1 cara, bukan kelebihan 1 alasan.

Salam sukses luar biasa!!

Arti Sesungguhnya Menjadi Nomor 1


Salah satu pertanyaan yang mungkin tidak membutuhkan jawaban adalah pertanyaan "Siapa yang ingin menjadi nomor 1?"

Menjadi nomor 1 hampir selalu dikaitkan dengan hal-hal lazim seperti mendapatkan posisi yang paling terhormat, meraih penghargaan yang tertinggi, mencatatkan nilai yang sempurna, menggapai pucuk pimpinan sebuah organisasi dan sebagainya.

Banyak sekali orang yang secara langsung ataupun tidak langsung merasa dirinya dipermalukan, merasa patah arang, merasa putus harapan, merasa putus asa dan kecewa ketika dirinya hanya menjadi "nomor 2", apalagi ketika dirinya pernah mendengar sebuah slogan yang mengatakan, "Sesungguhnya nomor 2 adalah pecundang nomor 1."

Apa yang ingin saya sharing-kan pada kesempatan ini ?

Menjadi nomor 1 yang dikaitkan dengan sebuah pencapaian prestasi dalam kehidupan ini, bukanlah mengacu pada sebuah sistem alphanumerik, tidak dimaksudkan pula sebagai sesuatu yang sifatnya abadi dan atau menjadi hal tak tergantikan.

Sebaliknya "menjadi nomor 1" dalam mencapai sebuah prestasi tertinggi dalam kehidupan ini lebih mengacu pada sikap kedewasaan mental (maturity), lebih dimaksudkan pada konsistensi pada komitmen untuk mengerahkan segala yang terbaik.

Perlu diingat, menjadi "nomor satu" merupakan hal yang sifatnya sementara, karena siapapun yang datang kemudian bisa "merebut" posisi tersebut!

Pada akhirnya, saya sampai pada sebuah pemahaman mengenai "sikap mental menjadi nomor 1":

Jadilah nomor 1
Mengherankan pada kenyataannya para pesaing hampir selalu lebih banyak mengerahkan segala upayanya untuk mengekor sang nomor 1 daripada untuk "menyalipnya".

Jadilah nomor 2
Merupakan cara/usaha yang jauh lebih mudah dan relatif menggunakan biaya yang jauh lebih murah mempelajari segala sepak terjang yang dilakukan sang nomor 1 saat Anda persis berada "di belakangnya".

Jadilah nomor 3
Tidak masalah menjadi nomor 3, nomor 1 hanyalah "gelar juara bertahan"sedangkan nomor 2 jaraknya hanya selangkah di depan Anda!

Semoga bermanfaat.
Salam Sukses Selalu!

___________________________________________

Samuel Tan -Salesmanship Trainer, Book Author

Inilah Rahasia Kesuksesan


Seorang wartawan (W) mewawancarai satu orang bernama "Kesuksesan" (S). Berikut adalah perbicangan yang mereka lakukan.

W: "Kamu begitu dipuja-puja, dicintai dan dikejar banyak orang di dunia ini, tapi kenapa kamu begitu jual mahal?"

S: "Aku memang harus jual mahal, kalau tidak, semua orang tidak akan mengejarku lagi."

W: "Lalu, boleh tahu tidak kamu itu orangnya seperti apa?"

S: "Intinya aku orangnya jual mahal dan tidak gampang mencintai seseorang."

W: "Bisakah dijelaskan lebih detail, saya masih belum paham."

S: "Di saat orang lain mengejarku, aku akan berlari menjauh. Aku akan membuat mereka lelah, capek, frustrasi, putus asa, hilang semangat, dan bahkan menyerah. Bukan hanya itu, aku akan mengerahkan seluruh pasukan terbaikku yaitu rintangan, tantangan, halangan, masalah, cobaan, dan kegagalan. Aku perintahkan mereka untuk menghadang siapa pun yang berusaha mendapatkanku."



W: "Kalau begitu, Anda termasuk orang yang berhati kejam!"

S: "Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin mereka belajar sesuatu."

W: "Apa itu?"

S: "Aku ingin mereka belajar menjadi lebih kuat ketika menghadapi pasukanku. Aku ingin agar ketika mereka berhasil mendapatkanku, mereka lebih menghargaiku, agar mereka sadar betapa berharga dan berartinya diriku bagi hidup mereka. Memang aku jual mahal, tapi jika mereka bisa mendapatkanku, aku pasti akan membuat mereka bahagia dan bangga. Aku hanya akan menjadi milik orang-orang yang bersungguh-sungguh, serius, berkomitmen dan berani melakukan apa pun untukku. Aku mencintai orang-orang seperti itu. Aku tidak begitu suka dengan orang yang gampang menyerah, yang baru gagal sekali saja langsung mundur dan tidak berani berjuang lagi."

W: "Apakah ada lagi yang ingin Anda sampaikan pada mereka yang sedang dan berusaha mengejar Anda?"

S: "Siapa pun berhak mengejarku. Tapi tidak semua orang bisa mendapatkan diriku. Hanya orang-orang yang pantang menyerahlah yang benar-benar bisa meluluhkan hatiku dan membuatku jatuh cinta padanya."

W: "Terima kasih atas wawancaranya."

Pesan kepada pembaca:

Kesuksesan dari waktu ke waktu selalu menjadi daya tarik dan menjadi incaran semua orang. Kesuksesan memungkinkan orang yang mencapainya dapat menikmati hidup yang lebih berkualitas, lebih baik dan lebih bahagia. Tapi kenyataannya, tidak semua orang bisa mencapainya. Lebih banyak orang yang tidak berhasil daripada yang berhasil di dunia ini.

Kesuksesan memang adalah hak semua orang. Tapi, sebelum mendapatkan haknya, seseorang haruslah melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu. Apa kewajiban yang harus dilaksanakan? Tidak lain adalah usaha dan tindakan nyata, bukan hanya ucapan belaka. Bukan hanya itu, seseorang juga harus membutuhkan sikap mental positif, optimis, gigih, dan pantang menyerah.

Di depan setiap kesuksesan, terdapat berbagai tantangan dan rintangan yang harus dilewati. Tantangan dan rintangan itulah yang sudah memakan banyak "korban", yakni orang-orang yang memutuskan menyerah dan pensiun dari usaha mengejar apa yang sebelumnya dicita-citakan.

Jika kewajiban sudah kita lalui dengan baik, maka hak untuk sukses akan datang dengan sendirinya. Jangan terjebak dalam sikap yang salah, di mana kita hanya menuntut hak kita tanpa mau membayar harga dari hak tersebut.

______________

SUHARDI (Penulis buku "Patterns of Success")

Cara Sederhana untuk Memotivasi Diri Sendiri


Seringkali kita dihadapkan pada rasa tidak percaya diri yang membuat kita melupakan potensi diri kita sendiri. Untuk situasi ini, ternyata ada solusi sederhana.

"Memotivasi diri sendiri sebenarnya tidak begitu sulit," begitu kata motivator Anthony D. Carter. Malah, katanya, ada cara-cara sederhana untuk melakukannya:


1. Tetap fokus.

Kita harus tetap fokus pada apa yang kita inginkan. Jangan tergoda pada sesuatu hal yang baru bagaimanapun menariknya.

Cara agar kita tetap fokus, menurut Carter, adalah dengan selalu memelihara kualitas dan mengevaluasi fokus kita. Jangan biarkan ketidakyakinan muncul kemudian. Kita mungkin kerap mengingat kegagalan-kegagalan di masa lalu namun jangan sampai hal itu menambah kekhawatiran kita. Ambil saja bahan pelajaran dari kegagalan itu dan tetap fokus pada langkah kita berikutnya. Maka, kekhawatiran itu akan hilang dengan sendirinya.

2. Bacalah success stories.
Kisah-kisah sukses bisa memberikan dorongan besar pada kita untuk melangkah maju. Kisah-kisah sukses yang heroik mengisahkan tokoh-tokoh yang membalikkan ketidakmungkinan menjadi kenyataan memiliki daya inspirasi yang kuat. Apalagi jika latar belakangan si tokoh hampir mirip dengan keadaan kita saat ini.

Selain membaca kisah-kisah sukses, jangan lupakan juga untuk membaca buku-buku motivasi, pengembangan diri sebanyak yang kita mampu. Buku-buku ini tak hanya akan memberikan inspirasi tetapi juga akan memberikan tambahan skill kita untuk melangkah mencapai sukses.

3. Cari dukungan.
Jika kita memiliki mentor atau setidak-tidaknya teman baik yang bisa diajak diskusi, jangan lewatkan untuk urun-rembuk dengan mereka. Diskusikan keinginan kita atau cita-cita kita dan jangan lupa minta masukan mereka. Umumnya mereka bisa memberikan dorongan yang akan mempertebal kepercayaan diri kita.

4. Catat perkembangannya.
Mencatat perkembangan dari apa yang kita kerjakan bukan hal yang sepele. Catatan perkembangan ini bisa menjadi dorongan atau motivasi tersendiri. Karena itu penting untuk mencatat tahapan-tahapan yang kita tempuh, baik sukses atau gagal, untuk bahan evaluasi. Jangan lupakan juga untuk menentukan target-target sementara dari satu rangkaian besar yang sedang kita tempuh karena itu akan mempermudah menilai perkembangan yang sudah dicapai.

5. Rayakan pencapaiannya.
Meskipun merupakan pencapaian sementara, pencapaian target dalam setiap tahapan perlu juga diapresiasi. Bentuk apresiasi tak perlu mahal, yang penting ada semacam pengungkapkan rasa syukur bahwa upaya kita membuahkan hasil. Jadi ada hentakan kecil yang membanggakan. Misalnya, nonton film di bioskop (jika kita jarang menonton bioskop karena kesibukan kita) atau makan siang/malam di suatu tempat yang sebelumnya jarang kita lakukan.

Bentuk apresiasi seperti ini akan menguatkan keyakinan kita dan akan membentuk kebiasaan sukses. Harus diingat bahwa apapun yang kita apresiasi akan mendapat pengulangannya sehingga ini akan memancing pencapaian-pencapaian pada tahapan-tahapan berikutnya.

6. Belajar dari kegagalan.
Di masa lalu kita mungkin mendapat kegagalan yang terus menghantui kita. Jangan biarkan diri kita terfokus pada kegagalan-kegagalan itu sehingga kita merasa tak berdaya. Namun sebaliknya, jadikan hal itu sebagai bahan pelajaran. Evaluasi kenapa kita bisa gagal. Atur kembali cara kita menempuh langkah itu agar tak gagal lagi. Cara ini bisa dilakukan dengan belajar lebih banyak, menambah keterampilan, atau menambah wawasan sehingga kita bisa makin percaya diri.

7. Nikmati perjalanannya.
Mungkin kita tidak mendapatkan apa yang kita rancang kendatipun kita sudah melakukannya dengan baik. Tak perlu putus asa, selama kita melakukan sesuatunya dengan baik dan hati-hati hasil lebih besar bisa kita dapat kemudian kendatipun pada tahapan saat ini kita gagal. Yang penting kita sudah mendapatan perkembangannya, tidak jalan di tempat.Nikmati saja perjalanannya karena ini merupakan suatu proses. Jika kita menikmati perjalanannya kita akan senang melakukannya dan itu akan menambah gairah dan kepercayaan diri kita.

Itulah nasihat dari Anthony D. Carter. Nah, sampai sebesar apa motivasi yang kita miliki untuk mencapai mimpi kita? Jika sedang down, langkah di atas layak untuk dicoba.

KUMPULAN MAKALAH - Makalah Pentingnya Administrasi Pendidikan



KUMPULAN MAKALAH - Peran Administrasi Bisnis Dalam Pembangunan Bangsa


PERAN ADMINISTRASI BISNIS DALAM PEMBANGUNAN BANGSA

Studi administrasi bisnis bukan merupakan suatu bidang yang baru, melainkan telah dikenal sejak lama; dahulu barangkali masih dinamakan administrasi niaga. Akan tetapi, posisi ilmu administrasi bisnis dewasa ini kerap menjadi rancu, seolah-olah terjadi over-lapping dengan ilmu manajamen. Inilah tema yang ingin dikupas dalam tulisan singkat ini. Ini penting untuk dipahami, agar kita dapat melihat dengan lebih jelas dimana sebenarnya posisi administrasi bisnis itu sendiri, dan dengan demikian dapat mendefinisikan domain atau wilayah kajian yang sebenarnya dari disiplin ilmu ini.


Selain itu, secara praktis, ini berimplikasi kepada perumusan gagasan-gagasan yang lebih tajam dan inovatif, dimana administrasi bisnis perlu mengembangkan pemikiran yang sesuai dengan bidang kajiannya, yakni memberikan kerangka ilmiah kepada aktivitas bisnis yang berkembang di masyarakat. Ini penting sebagai bentuk sumbangan nyata dunia akademis kepada masyarakat.

Administrasi dan Manajemen

Mengapa harus dibedakan antara administrasi dan manajemen? Tentu saja, karena pada hakekatnya keduanya adalah bidang yang terpisah dan memiliki fokus penerapan yang berbeda pula pada level praktek. Kedua hal ini diperlukan dalam mengelola organisasi, termasuk di bidang bisnis, karena masing-masing menyumbangkan peran tersendiri. Namun, sekali lagi, administrasi dan manajemen adalah dua hal yang berbeda. Untuk organisasi-organisasi bisnis kita dapat menerapkan pembedaan berikut ini:

Administration is the function of industry concerned with the determination of corporate policy, co-ordination of production, finance and distribution, the settlement of the compass of the organization and the ultimate control of the executive… Management is the function of industry concerned with the carrying out of policy within the limits set up by administration and the employment of the organization for particular objects set before it (Sheldon, 1924; Urwick, 1929, 115-116; Dunsire, 1973, 43).

Jadi, dalam organisasi bisnis, administrasi adalah fungsi industri yang berkaitan dengan penetapan kebijakan perusahaan, koordinasi produksi, keuangan dan distribusi, penentuan arah organisasi dan kontrol tertinggi eksekutif. Singkatnya, administrasi bertugas menentukan setting bagi perusahaan untuk bergerak maju. Sementara, manajemen adalah fungsi dari organisasi yang bertugas melaksanakan kebijakan dalam batas-batas yang ditetapkan administrasi dan menggerakkan sumberdaya organisasi ke arah tujuan-tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pemahaman terhadap perbedaan yang mendasar antara administrasi dan manajemen ini, bukan sekedar upaya untuk membedakan satu bidang ilmu dengan bidang ilmu lain yang secara kebetulan memiliki kemiripan. Di dalam perbedaan tersebut terdapat konsekuensi praktis maupun teoritis, sehingga perlu dicermati untuk menghindari kerancuan antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu lainnya.
Salah satu contoh lain, kita dapat melihat perbedaan berikut ini:

  • In business, administration consists of the performance of business operations and thus the making or implementing of major decisions. Administration can be defined as the universal process of organizing people and resources efficiently so as to direct activities toward common goals and objectives.
  • In some organisational analyses, management is viewed as a subset of administration, specifically associated with the technical and mundane elements within an organization's operation. It stands distinct from executive or strategic work. (WIKIPEDIA DICTIONARWIKIPEDIA DICTIONARY)

Di sini dapat dicermati adanya pemisahan yang jelas antara fungsi administrasi dan fungsi manajemen dalam bisnis. Bahwa dalam bidang bisnis, administrasi adalah mencakup penyelenggaraan operasi-operasi bisnis, yakni membuat dan mengimplementasikan keputusan-keputusan besar (major decision) bagi organisasi.

Sebaliknya, manajemen dapat dipandang adalah bagian (subset) atau perpanjangan tangan administrasi, khususnya berkaitan dengan unsur-unsur teknis dan keseharian di dalam operasi organisasi. Manajemen berdiri terpisah dari tugas eksekutif dan strategik yang merupakan tugas pokok administrasi. Oleh karena itu, administrasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses universal yang mengorganisasikan manusia dan sumberdaya secara efisien, sedemikian rupa sehingga mengarahkan kegiatan-kegiatan organisasi kepada sasaran-sasaran dan tujuan bersama.

Kita dapat memahami bahwa di tingkat praktek barangkali akan sulit menarik garis pemisah yang tegas antara administrasi dan manajemen. Kedua-duanya difungsikan untuk menggerakkan organisasi mencapai tujuan-tujuannya, dan kedua-duanya dimaksudkan untuk mengelola sumberdaya organisasi (baik faktor manusia maupun material) sebaikbaiknya. Seolah-olah keduanya berbaur menjadi satu pada level praktek. Namun, setidaktidaknya perbedaan ini harus diperlihatkan dengan jelas pada level teoritik atau kajian keilmuan. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi kerancuan atau salah menempatkan posisi bidang ilmu.

Hodgkinson (1978: 5) sangat perhatian terhadap persilangan posisi ini. Ia mendefinisikan administrasi sebagai: ”those aspects dealing more with the formulation of purspose, the value-laden issues, and the human component of organizations”. Sementara manajemen diartikan, “those aspects wich more routine, definitive, programmatic, and susceptible to quantitative methods.” Jadi, administrasi adalah aspek-aspek yang lebih berurusan dengan penetapan arah organisasi, sementara manajemen mengurusi bagaimana mencapai arah yang telah ditetapkan tersebut. Oleh karena itu Hodgkinson meletakkan administrasi pada level atas (para pengambil keputusan tertinggi dalam organisasi), sementara manajemen ada pada level menengah-bawah.

Administrasi berorientasi pada tujuan (end-oriented) sementara manajemen berorientasi pada sarana atau cara (means-oriented). Dia mengutip pula Herbet A. Simon (1957), yang dalam bukunya Administrative Behavior mendefinisikan adminsitrasi secara amat simpel sebagai “the art of getting things done”. Kendati ringkas, namun pengertian ini memadai karena menekankan administrasi sebagai seni (art), sementara manajemen lebih dekat kepada teknis (science). Sampai di sini kita bisa menarik sebuah kesimpulan, bahwa titik-berat ilmu administrasi bisnis adalah memimpin bisnis, dalam arti menetapkan arah dan mengelola proses organisasi secara makro untuk mendapatkan hasil yang seoptimal mungkin dari sumberdaya yang ada.

Kemampuan seorang administrator bisnis bukan semata-mata diukur dari seberapa efisien dan efektif ia memimpin, melainkan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah arah kepemimpinannya akan membawa suatu bisnis ke arah yang tepat, atau tidak? Apakah ia mampu menggunakan seni kepemimpinannya untuk menggerakan unsur manusia dalam organisasi, atau tidak? Apakah ia mampu merefleksikan posisi organisasi di dalam lingkungan operasionalnya dan menetapkan strategi yang tepat, atau tidak? Singkatnya, semua ini adalah ukuran-ukuran kualitatif dari suatu proses bisnis. Sementara seorang manajer tidak dituntut demikian, melainkan lebih pada pertanggung-jawaban terhadap penggunaan sumberdaya secara efektif dan efisien.

Dengan kata lain, alat ukurnya adalah metode kuantitatif. Apa implikasi dari perbedaan tugas dan tanggung-jawab tersebut? Jika dilihat dari sudut-pandang keilmuan, berarti mereka yang mempelajari ilmu administrasi bisnis harus mengenal dan menguasai hal-hal yang diperlukan oleh seorang administrator dalam mengelola bisnis. Tentu saja, perangkat-perangkat teknis yang diperlukan untuk menjalankan organisasi bisnis perlu dikuasai, yang dalam hal ini adalah ilmu manajemen bisnis. Namun yang lebih mendasar, bahwa pengelolaan bisnis di tangan seorang administrator membutuhkan pula pemahaman terhadap kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan penentuan strategi organisasi. Inilah fokus perhatian yang tidak boleh ditinggalkan atau dilupakan dalam mempelajari administrasi bisnis.


Profil Entrepreneurship

Kalau kita sepakat bahwa administrasi bergerak pada upper level dan terutama bersifat kebijakan, dan bahwa tugas dan fungsi administrator dalam bisnis adalah pada level strategik dan outward-looking, maka gagasan ini membawa kita pada premis berikutnya: bahwa “adminsitrator tidak lain adalah seorang pemimpin”. Dan, jika dipahami dari perspektif bisnis, seorang pemimpin dibedakan dari manajer adalah dari aspek visi dan jiwa entrepreneurship.

Seorang pemimpin bisnis tidak akan membawa manfaat yang berarti bagi organisasi bisnis yang dikelolanya, kecuali ia memiliki semangat entrepreneurship yang tinggi. Dia harus memiliki wawasan atau horizon pandangan yang luas, berani mengambil keputusan yang sulit atau melawan arus, melihat jauh ke depan, dan tentu saja harus kaya dengan ide-ide orisinil dan segar. Tanpa kemampuan dan daya inovatif yang kuat, seorang pemimpin bisnis akan tertinggal dalam persaingan, dan tidak mampu membaca atau melihat peluang yang tersedia pada market. Organisasinya akan berada pada urutan belakang, atau sekedar pengekor dari yang sudah ada.


Warren Bennis (1989), On Becoming a Leader, menjelaskan perbedaan manajer dan leader sebagai berikut:

  1. Tugas manajer mengelola, tugas pemimpin melakukan inovasi
  2. Manajer adalah copy, pemimpin adalah orisinal
  3. Manajer berfokus sistem dan struktur organisasi; pemimpin berfokus pada unsur manusia ( people )
  4. Manajer menitik-beratkan kontrol; pemimpin menekankan kepercayaan (trust)
  5. Manajer mengambil sudut pandang jangka pendek, pemimpin melihat perspektif jangka panjang.
  6. Manajer memperhatikan ke dalam dan tugas keseharian (bottom-line); pemimpin melihat keluar dan mencari visi ( horizon )
  7. Manajer cenderung meniru (imitates); pemimpin membuat hal baru (originates)
  8. Manajer menerima status quo; pemimpin menantang status quo administrator membutuhkan pula pemahaman terhadap kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan penentuan strategi organisasi. Inilah fokus perhatian yang tidak boleh ditinggalkan atau dilupakan dalam mempelajari administrasi bisnis.
  9. Manajer adalah pelaksana yang baik (classic good soldier); pemimpin adalah pribadi tersendiri.
10. Manajer memikirkan bagaimana melakukan hal-hal secara benar (does things right);

Pada tataran ideal inilah seharusnya mereka yang mempelajari administrasi bisnis menempatkan dirinya. Pemahaman yang mendalam mengenai apa dan siapa itu entrepreneur merupakan dasar dalam memahami kajian administrasi bisnis. Termasuk di sini barangkali salah-paham yang kerap terjadi ketika orang mendengar kata ”wiraswasta” atau ”wirausahawan”, dan membayangkan sosok seorang pengusaha kecil yang bergelut dengan kegiatan-kegiatan bisnis berskala minimal, katakanlah UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Pandangan ini tidak seratus persen salah, tapi dapat menyesatkan. Pada intinya, kewiraswastaan atau entreprenurship bukan masalah besar atau kecilnya usaha, melainkan pada karakteristik khusus yang menandai cirinya sebagai tipikal seorang pemimpin bisnis. Artinya, jika ia seorang wirausahawan sejati maka pada suatu ketika bisnis yang ia kembangkan pasti akan meningkat atau menanjak, dan tidak menutup kemungkinan mencapai skala besar.

Bill Gates barangkali salah satu sosok wirasuhawan kontemporer yang saat ini paling dikenal, karena terhitung telah menjadi orang terkaya di dunia (konon dia memulai bisnisnya dari ruang garasi). Tekad dan kegigihan seorang pemimpin bisnis inilah yang seharusnya menjadi ranah administrasi bisnis. Tentu saja, semua ini dalam konteks studi atau kajian akademis, bukan biografi atau sekedar cerita suka-duka seorang bisnisman mengembangkan usahanya. Jadi, titik-berat kepada pendalaman mengenai hakekat kewirasuhaan itulah yang perlu ditekankan, kendati tidak semua mereka yang belajar administrasi bisnis akan menjadi wirausaha. Ini sekedar untuk menekankan domain utama disiplin ilmu kita, yakni menekankan pada aspek adminsitrasi sebagai penentu atau leader dalam organisasi bisnis.


Pentingnya Ekonomi dalam Pembangunan

Mengapa persoalan di atas perlu dikemukakan secara terperinci, tidak lain adalah agar ilmu administrasi bisnis dapat menempati perannya yang sesuai dalam pembangunan bangsa. Kita secara jujur harus mengakui bahwa bangsa Indonesia masih sangat lemah pada aspek ini, yakni pengembangan jiwa entrepreneurship. Barangkali saat ini tidak sedikit orang yang berkeinginan atau telah pula mencoba untuk menjadi usahawan. Tidak sedikit pula di antara mereka yang sungguh-sungguh memiliki jiwa kewirausahaan. Artinya pada level praktek, kita barangkali tidak akan kekurangan stok entrepreneurship.

Namun, pada sisi lain, kita harus mengakui bahwa pemahaman keilmuan mengenai hal ini secara akademis masih sangat terbatas dikembangkan di Indonesia. Padahal tidak sedikit universitas atau akademi yang mengajarkan administrasi bisnis. Boleh jadi persoalannya adalah pada tataran konseptual sebagaimana diuraikan di atas. Jika perbedaan domain antara ilmu administrasi bisnis dan manajemen tidak dipahami secara tepat, maka tidak salah kalau konsep-konsep atau gagasan yang dikembangkan juga akan ikut terbawa keliru. Ini adalah semacam otokritik bagi kita bersama, yakni orang-orang yang bergerak di lapangan keilmuan administrasi bisnis.

Dengan perangkat-perangkat keilmuan yang tidak dikembangkan dengan proporsi yang sesuai dengan domain dari disiplin ilmu itu sendiri, akan sulit diharapkan suatu kemajuan ilmiah dalam aplikasi praktis ilmu administrasi bisnis itu sendiri. Pada gilirannya, kebutuhan masyarakat akan wawasan keilmuan yang dibutuhkan untuk mendukung dunia bisnis juga tidak terpenuhi dengan baik. Menurut Schumpeter (dalam Mintzberg et.al., 1998: 125-8), seorang entrepreneur tidak mesti seseorang yang menanamkan modal awal untuk membangun suatu usaha atau menemukan suatu produk baru yang menjanjikan peluang. Seorang entrepreneur adalah orang yang memiliki gagasan bisnis (business idea). Suatu gagasan barangkali kelihatan remeh atau sepele, namun di tangan seorang entrepreneur ia bisa menjadi sesuatu yang powerful, dan pada gilirannya mendatangkan keuntungan (profitable). Dalam mengelola usaha, dia tidak dibatasi oleh kalkulasi-kalkulasi teknis atau kuantifikasi, melainkan lebih mengandalkan intuisi, penilaian (judgment), kebijaksanaan (wisdom), pengalaman, dan pemahaman (insight).

Kreativitas mereka tidak dibatasi oleh cara-cara yang ada, melainkan mampu menemukan kombinasi-kombinasi baru yang menguntungkan, yang boleh jadi tidak dilihat orang sebelumnya. Dari penjelasan ini, kita bisa mengatakan bahwa akan sangat terbatas sumbangan ilmu administrasi bisnis bila ia terpaku pada aspek teknis dan pengelolaan operasional dan manajemen keseharian organisasi. Justru pada domain inilah ilmu ekonomi dan manajemen tidak banyak berbicara (Minztberg, 1998: 125), karena sudah melekat pada aspek-aspek operasional yang cukup rumit dalam dunia bisnis. Pada sisi ini, administrasi bisnis seharusnya masuk dan memberikan kontribusinya.

Jika dilihat dari perspektif makro, yakni pembangunan sebuah negara, maka kita tidak bisa memungkiri bahwa ekonomi merupakan tulang-punggung yang sangat penting. Indonesia kaya akan sumberdaya alam, jumlah penduduk, posisi geografis yang strategis di antara dua benua, dan lain-lain. Namun, tanpa pemahaman semangat kewirausahaan yang dilandasi oleh pengembangan keilmuan yang tepat di bidang administrasi bisnis, maka segenap potensi tersebut tidak akan bisa termanfaatkan dengan baik.

Dan, kita cukup melihat kepada tetangga kita yang kecil, yakni Singapura, sebagai sekedar perbandingan. Tanpa modal kekayaan alam dan luas wilayah yang relatif sangat kecil, negara tersebut mampu menempatkan diri di tengah-tengah persaingan global yang ketat. Bahkan untuk aspek turisme, kita harus berkaca kepada negara ini. Tanpa modal kekayaan panorama alam, ragam budaya, dan lain-lain yang berlimpah kita miliki, Singapura toh tetap mampu menarik para pelancong dari berbagai penjuru dunia.

Demikian pula untuk sektor-sektor jasa, yang mengandalkan kapasitas sumberdaya manusia terdidik, negara ini termasuk yang paling menguasai di wilayah Asia Tenggara. Tentu saja, ilmu administrasi bisnis bukan satu-satunya yang patut disalahkan untuk ketertinggalan kita ini. Banyak faktor yang berpengaruh dan dapat menjelaskan mengapa Indonesia tidak mampu membangun tulang-punggung perekonomian yang kokoh, khususnya di sektor riil. Akan tetapi, kita dapat mengatakan bahwa tanpa ilmu administrasi bisnis yang dikembangkan dengan baik, maka banyak persoalan dalam perekonomian kita yang tidak bisa terselesaikan sesuai harapan. Artinya, ini adalah tugas penting dari ilmu administrasi. Sinergi antara ilmu dan praktek diperlukan untuk memberikan hasil yang optimal dalam setiap usaha atau ikhtiar, apa pun itu jenisnya. Apalagi usaha bisnis.

Segala sesuatu harus diperhitungkan secara cermat, penuh perencanaan, dan mengandung konsekuensi langsung terhadap kelangsungan hidup organisasi. Kombinasi antara pengembangan ilmu dan praktek bisnis sangat diperlukan, agar potensi kewirausahaan yang ada di masyarakat mendapat topangan yang kuat dari kajian-kajian ilmiah di bidang administrasi bisnis. Ini sekedar untuk menggaris-bawahi, bahwa mereka yang menekuni ilmu administrasi bisnis tidak boleh hanya terbenam pada aspek-aspek teknikal dari manajemen pengelolaan organisasi bisnis. Harus ada wawasan yang lebih luas, dan mampu menempatkan konsep-konsep administrasi ke dalam konteks yang sesuai, yakni strategi dan tujuan organisasi. Dan dibalik semua itu, adalah adanya pemahaman terhadap hakekat jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship sebagai tipikal kepemimpinan dalam dunia bisnis.


PENUTUP

Untuk pembangunan bangsa, barangkali tidak cukup kita hanya mengandalkan kemurahan hati alam. Harus ada tangan-tangan terampil yang mengolahnya. Dalam wacana dunia bisnis, ini berarti harus cukup tersedia ruang bagi muncul dan berkembangnya jiwa-jiwa wirausaha yang ulet. Namun, ini pun ternyata belum cukup. Harus tersedia pula kajian akademis atau dasar-dasar keilmuan yang kokoh untuk menopang aspek konseptual dari bagaimana sebuah bisnis dibangun dan dijalankan.

Peran ilmu administrasi bisnis adalah mengembangkan konsep-konsep dan dasar keilmuan tersebut, sedemikian rupa sehingga tidak saja aktivitas operasional perusahaan berjalan lancar dan efisien, namun sekaligus pula mendapat arah dan strategi yang tepat serta dipicu oleh semangat kepemimpinan bisnis yang berani mengambil resiko, mampu membaca peluang, dan terus melahirkan ideide kreatif dan segar. Apa yang telah dilakukan oleh kaum wirausaha di negeri kita tidak cukup dibiarkan berkembang secara alamiah, melainkan harus ditopang oleh dunia akademis, yang dalam hal ini tidak lain adalah ilmu administrasi bisnis.

Harus digaris-bawahi dalam catatan penutup ini, bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship bukanlah satu-satunya tema sentral dalam administrasi bisnis. Ini hanya sebagian kecil dari suatu kerangka besar, yakni mengelola organisasi bisnis dari aspek penetapan kebijakan, strategi, dan orientasi organisasi serta pengelolaan aspek human. Mengapa hal ini sangat ditekankan dalam pembahasan ini, tidak lain suatu upaya untuk mencari relevansi keilmuan yang sesuai dengan situasi dan kondisi bangsa kita. Artinya, pada aspek inilah bangsa kita barangkali harus banyak belajar dan berbenah.

Mereka yang mendalami ilmu administrasi bisnis tentunya tidak akan terlepas dari aspek-aspek teknis manajemen organisasi bisnis. Seorang pemimpin bisnis tidak akan memiliki kompetensi yang cukup apabila dia tidak mengerti tentang detail-detail seperti keuangan, manajemen operasi, pemasaran, distribusi, hubungan supplier, pelayanan konsumen, dan lain sebagainya. Demikian pula mereka yang mempelajari ilmu administrasi bisnis, tentu harus memiliki dasar-dasar yang memadai pula untuk memahami aspek-aspek teknis tersebut. Hanya saja, mereka dibedakan dari rekan-rekannya yang mempelajari manajemen adalah dari konteks dan cara memahami aspek-aspek teknis tersebut.

Mereka harus membacanya dari sudut-pandang yang tepat, yakni perspektif seorang pengelola organisasi bisnis pada level penentu atau pengambil keputusan, bukan pelaksana atau manajer level menengah dan bawah. Jadi, upaya kita untuk melakukan reposisi terhadap domain ilmu administrasi bisnis bukan semata-mata pemikiran konseptual yang tidak ada relevansinya dengan praktek. Justru karena alasan-alasan praktikal yang telah diuraikan di atas, maka pendefinisian-ulang terhadap studi administrasi bisnis perlu segera dilakukan. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?


DAFTAR PUSTAKA

Bennis, W. (1989), On Becoming a Leader, Reading, Mass.: Addison-Wesley.

Dunsire, A (1973), Administration: The Word and the Science, Oxford: Martin Robertson.

Hodgkinson, C (1978), Toward a Philosophy of Administration, Oxford: Basil Blackwell.

Mintzberg, H., Ahlstrand, B. dan Lampel, J (1998), Strategy Safary: A Guided Tour Through

Wilds of Strategic Management, New York: The Three Press.

Nanus, B. (1992), Visionary Leadership, San Fransisco, Calif: Jossey-Bass.

http://kumpulanmotivasi2.blogspot.com/